Puisi ini saya buat di usiaku yang hampir menginjak 27th. saat perjalanan hidup yang sudah banyak kulalui.. namun hanya perih yang kudapat.. waktu mengubahku. tapi cinta pertama tidak pernah mengenal perubahan..jika memang tetap dia bukan jodohku. saya berharap Tuhan mempertemukan aku dg cinta tulus yang selama ini aku rindukan
Aku berdiri di keheningan malam..
Menunggumu yang selalu tersenyum dalam mimpi..
Dalam sunyi menggerogoti pelan-pelan...
Kau cinta pertamaku yang takkan pernah hilang..
Seberapa waktu menguburmu dalam...
Masih saja tersimpan rapi di sudut hati ...
Takkan hilang oleh zaman..
Seperti namamu yang selalu menjadi coretan-coretan puisi..
Senja mungkin pergi..
Angin silih berganti..
Namun asaku tidak pernah terhenti..
Waktu mengubahku..
Jalan membawaku ..
Nurani berlari dariku..
Namun kembali sejauh aku melangkah akan kulalui,..
Jika bisa bersamamu, cinta pertamaku..
Denting suara menggema semesta..
Menyelinap masuk diam-diam,,
Aku terbujur kaku,,
Dalam gelap merintih sembilu..
Cinta, dapatkah kau damaikanku..
Bukan sekedar perih menemaniku..
Tak cukupkah kau hujankan peluru ke tubuhku..
Ku mohon dekaplah aku wahai kasihku,,
Yang hampir mati tertimbun jutaan rindu..
Showing posts with label Kumpulan Puisi. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Puisi. Show all posts
Friday, June 15, 2018
Wednesday, March 20, 2013
Sahabat
Saat bayangmu datang menggoda
Ada getar rindu di dada
Padamu yang tlah jauh melangkah
Mengejar asa dan cita
Bila rindu senada ada padamu jua
Sapalah aku meski lewat goresan pena
Ada getar rindu di dada
Padamu yang tlah jauh melangkah
Mengejar asa dan cita
Bila rindu senada ada padamu jua
Sapalah aku meski lewat goresan pena
Tuesday, March 19, 2013
Goresan Penaku
Ingin marah tapi kepada siapa..
Seakan dunia berbalik mencibirku.
Sampai kapan harus mengalah kepada keadaan.
Lalu apa bedanya dengan pecundang ?
Bahkan memperjuangkan nasib sendiri tak mampu.
Apa karena dosaku di masa lalu ?
Tuhan mungkin sudah bosan mendengar keluhku..
Lalu dimana harus ku cari jawab. sedang asa ku sudah hampir putus..
Tuhan, tidakkah kau mendengar rintih hambamu ini
Aku hampir mati tertimbun berjuta-juta harapan yang ku tanam sendiri
Asa yang ku genggam erat berubah menjadi butiran-butiran air mata
Lalu dimana harus ku cari jawab..
Seakan dunia berbalik mencibirku.
Sampai kapan harus mengalah kepada keadaan.
Lalu apa bedanya dengan pecundang ?
Bahkan memperjuangkan nasib sendiri tak mampu.
Apa karena dosaku di masa lalu ?
Tuhan mungkin sudah bosan mendengar keluhku..
Lalu dimana harus ku cari jawab. sedang asa ku sudah hampir putus..
Tuhan, tidakkah kau mendengar rintih hambamu ini
Aku hampir mati tertimbun berjuta-juta harapan yang ku tanam sendiri
Asa yang ku genggam erat berubah menjadi butiran-butiran air mata
Lalu dimana harus ku cari jawab..
Monday, March 18, 2013
Puisi ini saya tulis kira-kira delapan tahun yang lalu saat saya duduk di kelas 3 SMP. untuk seseorang yang spesial bagi saya bahkan hingga detik ini. meski rasa ini tak pernah terbalas.
Akhir Sebuah Cerita
Kini tak Ada Lagi keraguan
Waktu yang telah menjawabnya
Mungkin kau bukan yang terbaik untukku
Sampai sekian haripun aku masih mencintaimu
Kau yang membuatku mempunyai rasa
Kau yang membuatku merasakan suka duka
Kau yang membuatku mengenal kehidupan ini
Kau pula yang membuatku berubah
Tak ada lagi kata sayang yang terucap
Tak akan lagi kuharapkan cintamu
Harapan yang kau berikan hanya membuat luka hatiku
Mungkin cintamu bukan untukku
Mungkin suatu hari nanti kita akan bertemu
Untuk saat ini yang terbaik untukku adalah melupakanmu
Thursday, March 7, 2013
Tentang Cinta (Part II)
Ketika Seseorang dilanda cinta
Warna merah berubah jadi jingga
Kata marah, tetapi dihati suka
Yang benci pun menjadi musnah
Ketika seseorang dirundung duka
Dunia terang menjadi gelap
Cinta yang bergelorapun hilang sekejap
Hatinya yang lembut, membeku tiba-tiba
Pikirnya yang jernih, keruh seketika
Itulah cinta yang tidak dapat diduga akhir ceritanya
Selalu berubah tak tentu arah
Tak peduli siapa tuannya
Tak dapat tetap dan tak dapat berubah
Karena Cinta tak dapat ditentukan lajunya.
Wednesday, February 6, 2013
Cinta Pertama
Sepuluh tahun yang lalu ku tulis sejuta puisi cinta untukmu
Sepuluh tahun yang lalu rasa itu begitu besar untukmu
Sepuluh tahun yang lalu hatiku bergemuruh saat kau ada didekatku
Sepuluh tahun yang lalu setiap pagi kau lah semangatku..
Tak peduli berapa deret syair yang tertulis untukmu
Tak peduli berapa detik waktu untuk mencintaimu
Tak peduli berapa lama aku menunggumu
Tak peduli berapa kali kau mengabaikanku
Masih tersimpan rapi rasa itu
Berharap suatu saat nanti kau membuka hatimu untukku
Namun Sepuluh tahun berlalu pun perasaanmu masih tetap sama
Dan aku tersadar bahwa cinta tak bisa dipaksa
Mungkin kini saatnya aku mengubur rasa itu di palung jiwaku
Mungkin waktu pun tak mampu membawamu padaku
Mungkin takdirpun menuliskan kau bukan untukku
Wahai kau cinta pertamaku
Sepuluh tahun yang lalu rasa itu begitu besar untukmu
Sepuluh tahun yang lalu hatiku bergemuruh saat kau ada didekatku
Sepuluh tahun yang lalu setiap pagi kau lah semangatku..
Tak peduli berapa deret syair yang tertulis untukmu
Tak peduli berapa detik waktu untuk mencintaimu
Tak peduli berapa lama aku menunggumu
Tak peduli berapa kali kau mengabaikanku
Masih tersimpan rapi rasa itu
Berharap suatu saat nanti kau membuka hatimu untukku
Namun Sepuluh tahun berlalu pun perasaanmu masih tetap sama
Dan aku tersadar bahwa cinta tak bisa dipaksa
Mungkin kini saatnya aku mengubur rasa itu di palung jiwaku
Mungkin waktu pun tak mampu membawamu padaku
Mungkin takdirpun menuliskan kau bukan untukku
Wahai kau cinta pertamaku
Tuesday, November 27, 2012
Kisah Cintaku
Padamu
Kasih Terindah...
Terimakasih telah mengajariku
mengenal cinta
Meski kutahu rasa ini tak pernah
terbalas
Tak terhitung berapa lama aku
mencintaimu
Tak terhitung berapa kata tuk
menggambarkan tentangmu
Yang kutemukan adalah cinta pertama tetaplah terindah
Yang kutemukan adalah cinta pertama tetaplah terindah
Padamu Kasih Termanis...
Terimakasih telah memberiku
kisah terpahit
Kerena itu menyadarkanku bahwa kau
pernah memberiku rasa termanis
Menjadikanku wanita teristimewa
Andai waktu bisa ku ulang, akan kuperbaiki semua
Agar aku mampu menahanmu untuk tetap disini
Andai waktu bisa ku ulang, akan kuperbaiki semua
Agar aku mampu menahanmu untuk tetap disini
Padamu Kasih Terbaik...
Terimakasih telah membuatku menyesal
karena mengabaikanmu
Karena itu menyadarkanku bahwa
kau adalah kasih terbaik
Tuhan telah menyiapkan takdir
terbaik untukmu
Tapi bukan aku yang selalu
mengabaikanmu
Jika ada kata selain maaf yang bisa ku ucapkan,
Maka akan ku ucapkan tuk
menggambarkan penyesalanku
Padamu Kasih Tersayang
Terimakasih atas semua kata
sayangmu untukku
Meski akhirnya kutahu semua hanyalah permainanmu
Tapi tak bisa ku pungkiri bahwa
kau pernah ada di hatiku
Jika boleh berkata jujur, aku
menikmati setiap kebohonganmu
Andai waktu dapat ku putar kembali
Akan
ku perbaiki kisahku dimasa lalu
Aku
memilih dicintai agar aku tak tau sakitnya mencintai
Tapi
Tuhan tak ijinkan itu
Maka
ini takdir terbaik yang kuyakini
Agar
waktu mengajariku arti saling mencintai
Inilah
aku... dan inilah Kisahku...
by : Dewi
by : Dewi
Thursday, March 22, 2012
Ilalang
ilalang....
yang tak seindah bunga mawar...
yang liar bergerak kemanapun angin membawanya..
yang merunduk lesu saat semua orang mengabaikannya..
yang hidup dialam bebas tapi tak pernah merasakan kebebasan...
ilalang...
yang tumbuh dengan sejuta pertanyaan..
dapatkah ilalang menjadi bunga mawar...
yang selalu terlihat indah bukan hanya sekedar rumput liar...
dapatkah ia hidup dalam peliharaan ...
yang selalu menjaganya dari musim yang bergantian...
ilalang..
rumput liar yang terlihat malang...
meski takkan pernah menjadi bunga mawar...
namun ia akan selalu tetap tumbuh dalam pengaharapan..
menghijau... dan terus tumbuh tinggi menjulang...
akulah ilalang...
by:dhewhye
yang tak seindah bunga mawar...
yang liar bergerak kemanapun angin membawanya..
yang merunduk lesu saat semua orang mengabaikannya..
yang hidup dialam bebas tapi tak pernah merasakan kebebasan...
ilalang...
yang tumbuh dengan sejuta pertanyaan..
dapatkah ilalang menjadi bunga mawar...
yang selalu terlihat indah bukan hanya sekedar rumput liar...
dapatkah ia hidup dalam peliharaan ...
yang selalu menjaganya dari musim yang bergantian...
ilalang..
rumput liar yang terlihat malang...
meski takkan pernah menjadi bunga mawar...
namun ia akan selalu tetap tumbuh dalam pengaharapan..
menghijau... dan terus tumbuh tinggi menjulang...
akulah ilalang...
by:dhewhye
Sunday, January 1, 2012
Sepi
sepi...
seringkali datang...
membuka tiap - tiap ruas jari tuk mengenggamku erat
dalam lirih hati ini berbisik..
berapa lama lagi aku disini...
sepi...
seringkali menyapa..
mencatat seribu luka disetiap kisah cinta..
dalam lirih hati ini berbisik...
berapa lama lagi aku disini...
sepi...
masih kah kau ada..
hingga jiwa ini lapuk dimakan masa..
lalu ku tanya...
berapa lama lagi aku disini..
sepi...
aku ingin pergi ke dermaga..
kumohon dengan mengiba..
pergilah....
by:dhewhye
seringkali datang...
membuka tiap - tiap ruas jari tuk mengenggamku erat
dalam lirih hati ini berbisik..
berapa lama lagi aku disini...
sepi...
seringkali menyapa..
mencatat seribu luka disetiap kisah cinta..
dalam lirih hati ini berbisik...
berapa lama lagi aku disini...
sepi...
masih kah kau ada..
hingga jiwa ini lapuk dimakan masa..
lalu ku tanya...
berapa lama lagi aku disini..
sepi...
aku ingin pergi ke dermaga..
kumohon dengan mengiba..
pergilah....
by:dhewhye
Monday, December 5, 2011
"Sayank"
"Sayank"...
malam itu kau rangkai kata satu demi satu..
menjadi sebuah kalimat yang membuatku terpaku...
ditemani suara bising ditepi jalan itu..
bibirku terasa kelu saat kau ada didepanku..
saat kau berkata,mau kah kau jadi kasihku??..
"sayank"..
setiap pagi kau ucapkan kata itu..
membuatku merasa istimewa.meski dihatiku terselip banyak rasa ragu...
ragu akan kata sayank.mu...
sayankmu,yang hanya terucap dari bibirmu..
"sayank"...
hari itu aku melihat kebenaran tentang dirimu..
dirimu dan semua rahasiamu...
rahasiamu yang menusukku tepat dipelipis mataku...
hari itu kulihat kau bersama perempuanmu..
dan yang kutahu saat itu hanya satu..
bahwa "sayank" mu PALSU!!!
by:dhewhye
malam itu kau rangkai kata satu demi satu..
menjadi sebuah kalimat yang membuatku terpaku...
ditemani suara bising ditepi jalan itu..
bibirku terasa kelu saat kau ada didepanku..
saat kau berkata,mau kah kau jadi kasihku??..
"sayank"..
setiap pagi kau ucapkan kata itu..
membuatku merasa istimewa.meski dihatiku terselip banyak rasa ragu...
ragu akan kata sayank.mu...
sayankmu,yang hanya terucap dari bibirmu..
"sayank"...
hari itu aku melihat kebenaran tentang dirimu..
dirimu dan semua rahasiamu...
rahasiamu yang menusukku tepat dipelipis mataku...
hari itu kulihat kau bersama perempuanmu..
dan yang kutahu saat itu hanya satu..
bahwa "sayank" mu PALSU!!!
by:dhewhye
Friday, August 26, 2011
Sahabat Kecilku
Sahabat Kecilku
sepertinya baru kemarin aku mendengarkan lagu itu bersamamu,...
lima belas tahun yang lalu,,
terasa begitu cepat berlalu,,
Sahabat kecilku,,,
kini kau menjadi pemuda gagah yang dicintai istrimu...
aku hanyalah sepenggal cerita masa kecilmu,,
yang mungkin kau anggap tidak terlalu penting bagimu,,
mungkin juga kau tak sempat mengingatku,,
tapi aku selalu teringat tawamu yang lugu..
saat kita berlari bersama di pematang sawah kala itu,,
ditemani layang - layang yang kau terbangkan untukku,,,
saat kita bergandeng tangan tuk lalui waktu yang seringkali membuatmu lesu,,
saat candamu pecahkan kesunyian karena kebodohanku...
dan saat aku menjadi saksi atas setiap perjalanan hidupmu,,
Tiga tahun yang lalu,,
kau pergi tuk mengejar angan dan cita mu,,
tahukah kau,aku kehilangan sahabat kecilku,,
aku terbiasa dengan tingkah usilmu,,
Sahabat kecilku,,
kan ku simpan rapi kisah kita dalam memori ingatanku,,
akan selalu kuingat bahwa aku mempunyai sahabat terbaik sepertimu,,
dan ku harap suatu saat nanti Tuhan menakdirkan kita tuk kembali bertemu,,
by:dhewhye
by:dhewhye
Wednesday, June 22, 2011
Dua jam aku menunggumu
Hatiku berselancar mengikuti arus gelombang cintamu...
Pipiku berkelopak semu merah...
Berdecak kagum diatas deretan deretan syair puisi cintamu..
Namun kini yang tersisa hanya luka penuh nanah...
Hari itu.dua jam aku menunggumu...
Dalam gelisah berbalut rindu..
Duduk di serambi rumah dekat taman bambu...
Aku menunggumu dengan seribu perasaan pilu..
Menangis deras dari setiap helai rambutku...ditemani hujan kala itu..
dua jam aku menunggumu,,
berharap kau datang meski hanya lewat bau tubuhmu...
hampir putus sudah semua asaku..
namun angin membawaku lari menembus dinding dinding khayalanku,,
sayup - sayup terlihat barisan budak budak pembawa impian..
biar malaikat yang memungut tiap ons air dari bola mataku..
bau aroma tubuhmu.tercium brcampur dengan wewangian..
digerbang itu aku melihat kedatangamu...
dua jam aku menunggumu..
pipiku berkelopak semu merah..
melihat kau datang.bersama perempuanmu...
kini yang tersisa hanya luka penuh nanah..
by:dhewhye
Monday, June 20, 2011
Sepuluh Bulan yang Lalu
hadirkan ingatan tentang kisah masa lalu.,,
tentang dua hati yang tak bisa menyatu,,
genderang pecahkan asaku,,
tuk mengusir sepi yang selalu memelukku,,
sepuluh bulan yang lalu,,
senyum manis terlukis dalam wajah indahmu,,
segenggam harapan kau taruh ditanganku,,
seribu angan tuk hadirkan mimpi indah untukmu,,
namun mengapa malaikat tak sampaikan harapmu,,
harapmu akan diriku,,
hingga hati ini salah berlabuh,,,
sepuluh bulan yang lalu,,
kulemparkan anganmu pada dinding dinding harapan palsuku,,
menggantung nafasmu,,
hingga menyendat nyendat setiap denyut nadimu,,
membunuh angan mu yang tlah kau sematkan padaku,,
wahai kasihku,,
sesal ku ucapkan atas kejahatanku,,
aku merindukan kisah sepuluh bulan yang lalu,,
dapatkah malaikat sampaikan kata maaf dariku,,
untukmu yang hampir mati karenaku,,
semoga bahagia selalu menyertaimu,,
dengan bidadari pilihan hatimu,,
by : Dhewhye
Surat untuk Ibu
tubuhku bagai terpaku oleh beribu ribu hinaan,,
lunglai dalam ingatan,,,
meninggalkan seonggok harapan,,,
waktu pun tak mampu mencegahmu,,,
hanya mampu mnjadi saksi bisu atas kepergianmu,,
mencatat seribu berita tentang mereka yang mengasihaniku,,
hari ini aku tulis surat untukmu,,
berharap kau dapat mendengarkanku,,
aku merindukanmu,ibu,,,
hari itu adalah mimpi buruk bagiku,,
bebanku terlalu berat,sedangkan tumpuanku hilang satu,,
aku ingin berbisik pada petang,,
bahwa mulai hari itu ada sesuatu yang pincang,,,
dan aku ingin berteriak pada petang,,
jangan kau hantam ia dengan sebongkah karang,,
sebab kasihnya tak kan pernah usang,,
by : Dhewhye
lunglai dalam ingatan,,,
meninggalkan seonggok harapan,,,
hari ini kujejalkan setumpuk memori tentang dirimu,,
menggeliat di dalam otak merasakan begitu pahitnya masa itu,,,
melihatmu pergi membawa sejuta rasa bersalahmu,,,
hingga aku terkoyak melihat kepergianmu,,
waktu pun tak mampu mencegahmu,,,
hanya mampu mnjadi saksi bisu atas kepergianmu,,
mencatat seribu berita tentang mereka yang mengasihaniku,,
hari ini aku tulis surat untukmu,,
berharap kau dapat mendengarkanku,,
aku merindukanmu,ibu,,,
hari itu adalah mimpi buruk bagiku,,
bebanku terlalu berat,sedangkan tumpuanku hilang satu,,
aku ingin berbisik pada petang,,
bahwa mulai hari itu ada sesuatu yang pincang,,,
dan aku ingin berteriak pada petang,,
jangan kau hantam ia dengan sebongkah karang,,
sebab kasihnya tak kan pernah usang,,
by : Dhewhye
Saturday, June 4, 2011
Tentang Cinta
Kucoretkan sebuah tinta saat aku mulai mengenal cinta....
Ku rangkai kata demi kata saat aku mulai merasakan cinta....
Hingga menjadi sederet syair ketika aku mulai bersahabat dengan cinta...
Namun ku mulai bosan ketika cinta mulai mempermainkanku...
Ku hentikan tinta saat cinta mulai menjauh dariku...
Dan hingga benar benar terhenti ketika aku mulai kehilanganmu...
Wahai kau cinta pertamaku.....
Namamu tlah terukir dalam hatiku.....
Kini kembali ku mulai merangkai kata...
Apakah ini suatu pertanda bahwa aku mulai jatuh cinta....
Tuhan menakdirkan kita berjumpa....
Tuhan menakdirkan ada kisah diantara kita...
Tuhan juga menakdirkan kita tuk saling berbagi cerita...
Tapi kenapa Tuhan tak menakdirkan kita tuk bersama....
Kau awali semuanya....
Membisikanku dengan kata cinta....
Tapi kenapa kau mengakhirinya dengan dusta...
Tahukah kau hatiku begitu terluka.....
by:dhewhye
Teruntuk Sang Pembual Cinta
Aku mengenalmu lewat tuturmu...
Aku menyukaimu lewat permainanmu....
Aku membencimu lewat tingkahmu...
dan aku menyesal kenapa takdir mempertemukan aku denganmu....
Perlahan kau masuk dalam kehidupanku....
Mengacak acak hidupku hingga bercampur baur tak teratur...
Membutakan mataku hingga tak bisa melihat cinta yang bernaung pada kesucian...
Memecahkan gendang telingaku hingga tak bisa mendengarkan kebenaran...
Melumpuhkan kaki ku yang akan beranjak meninggalkanmu tuk mencari kepastian....
Membuat mulutku membisu saat hatiku mengatakan,aku menyukaimu....
Membuat otakku bekerja hanya untk mengingatmu....
Tahukah kau wahai sang pembual cinta.....
aku menikmati bualanmu yang indah itu...
aku larut dalam permainanmu....
Itu bagai mimpi indah bagiku....
dan kini kau hancurkan mimpiku....
Hingga aku terbangun.....
Kau tak lagi ada disisiku bahkan aku tak mengenalmu...
hah...sungguh begitu lucu dan haru....
Perlahan kau meninggalkanku.....
Dan kemudian menghilang dari penglihatanku....
Sayup sayup terlihat kau bersama perempuanmu....
Inikah jawab atas segala penantianku??....
Ooh....
Begitu indah segala permainanmu atas diriku....
Terimakasih atas segala mimpi indahmu untukku...
Semoga karma menyertaimu selalu...
Wahai kau sang pembual cinta...
Bualanmu akan kukenang slalu......
by :dhewhye
Wednesday, June 1, 2011
Seutas Harapan
Sepi mencekam...
sendiri dalam lamunan...
Ku terseok dalam langkah...
menapaki setiap kehidupan tanpa arah...
Berdiri dalam keheningan malam...
Seutas harapan tak berwujud...
sendiri dalam lamunan...
Ku terseok dalam langkah...
menapaki setiap kehidupan tanpa arah...
Berdiri dalam keheningan malam...
Seutas harapan tak berwujud...
membumikan lara yang mengendap...
bagai lentera tanpa cahaya...
Tergolek lemah tanpa daya...
warna tanpa rupa...
jalan tak berujung...
lelah tanpa rasa...
hingga buta menghancurkan hati bertuan lemah...
bagai lentera tanpa cahaya...
Tergolek lemah tanpa daya...
warna tanpa rupa...
jalan tak berujung...
lelah tanpa rasa...
hingga buta menghancurkan hati bertuan lemah...
Wahai penguasa Takdir...
adakah seutas harapan untuk ku bahagia...
Bersamanya yang entah dimana...
Adakah secercah sinar yang dapat terangi malamku yang gelap...
wahai Engkau penguasa Takdir...
Dengarlah rintihan ini...
Subscribe to:
Posts (Atom)