Tuhan, ini seperti roller coster.. seketika aku dibuatnya melambung tinggi.. seketika aku jatuh dan dicampakkan. aku tidak tau harus berterimakasih atau apa. dititik tertinggi ini sebuah cerita..di titik terendah, ini soal keteguhan hati. sebuah keputusan untuk bisa mengabaikannya atau mengikuti terus permainannya. Aku tak tahu, tapi ini membuatku sesak. aku di persimpangan.. kenapa disaat aku telah jauh meninggalkanmu,, tiba-tiba kau datang.. disaat ada setitik harapan, kau seketika lupa ingatan. aku mungkin tidak ada hak untuk melarangmu, untuk memohon dan mengiba kepadamu untuk tetap tinggal. tapi tidakkah kau paham. ini hati.. bukan halte bus. kalau sudah berlalu tak usah repot-repot kembali..mungkin ini memang kebodohanku. yang tidak pernah bisa menolakmu. yang tidak pernah bisa mengabaikanmu. mencampakkanmu...ya.. ini memang salahku.. yang terlalu berharap angin surga yang kau hembuskan.. Tuhan... jika memang ia bukan yang terbaik untukku, ikhlaskan.. lepaskan semua beban di pundakku.. gantilah dengan yang lebih baik.. jika memang menyayanginya sebuah dosa... maka ampunilah aku,..
Thursday, October 8, 2015
Tuesday, September 22, 2015
Hujan
Bisakah aku seperti hujan. yang meski terjatuh berkali-kali akan selalu di rindukan.. ? dan pelangi akan muncul setelah hujan turun. Tuhan, aku tahu Engkau sangat menyayangiku.. jika ini semua pembelajaran dari Mu.. aku yakin suatu saat nanti pelangi kan tiba untukku.. terimakasih Engkau selalu tunjukan apa yang seharusnya nampak. cepat atau lambat.. terimakasih karena Engkau selalu melindungiku dari tangan-tangan jahat mereka. aku yakin ujian ini akan membuatku semakin kuat. tapi jika tak pernah lolos lalu siapa yang bodoh ?..
Tuhan, bagaimana bisa aku terjatuh di lubang yang sama dan berkali-kali.. aku terperosok dalam.. jatuh dan jatuh... ku mohon, kirimkan bantuan lewat tangan-tangan Mu,.. untuk mengangkatku ke daratan... sungguh aku memohon dengan mengiba..
Sunday, August 30, 2015
DeJavu
Waktu selalu saja membawa perubahan. menggulirkan masa memainkan cerita. kadang indah dan terlihat mudah. namun tak jarang suram dan merumitkan. Tuhan. aku tak tahu apa yang terjadi. seolah ini seperti Dejavu. terjadi berulang-ulang. Dulu aku dipertemukan dengan seseorang. Yang tinggal sebentar tapi begitu membuatku nyaman. lalu pergi dan memilih wanita lain.. kini aku Engkau pertemukan lagi, dengan seseorang.. yang membuatku jatuh.jatuh hati..meski aku tak tahu apa maksud kehadirannya..tapi aku merasakan rasa yang tak sering aku berikan kepada seorang pria. apapun itu...mungkin ini memang salahku.. yang tak bisa membuat mereka untuk tetap tinggal.. entah aku yang terlalu perasa, atau terlalu naif..bukan aku tak menyukainya. tapi aku hanya tak bisa tunjukkan rasa itu. jika hati dan pikiranku bisa dibuka, selalu ada dia disitu. kini ia tinggal cukup lama.. tapi tak ada hal yang bisa aku lakukan untuk menahannya.. terasa sangat sulit..karena aku dan dia berbeda.. dan tak ada yang bisa aku perjuangkan akan perbedaan ini. Tuhan, aku menyukainya.. dia selalu mengganggu pikiranku.. dapatkah Engkau pertemukan dengan seorang yang lain. yang bisa membuat kupu-kupu seperti terbang disekitarku... dan dapatkah Engkau membuatku mempunyai kekuatan untuk menahan mereka. aku lelah..ini seperti ujian remedial yang berkali-kali diuji dan berkali-kali tak lolos. Tuhan aku lelah..
Monday, June 22, 2015
My Pray
Allah menciptakan manusia yang sifatnya berkeluh kesah. Sebenarnya, hal itu sangat dibenci. Aku hanya ingin menulis sedikit kisah asmaraku yang flat dan berulang. Dalam hidupku. Aku hanya jatuh cinta ke tiga orang. Dan ketiga nya tidak pernah sekalipun aku miliki. Pertama, aku bisa memandangnya, memegangnya, hingga aku mengungkapkannya. Tapi tidak pernah bisa aku miliki. Meski entah mengapa aku selalu merasa ia mempunyai sedikit rasa yang sama denganku. Hingga detik ini aku masih menyimpan rapi perasaan itu. Kedua, aku menyukainya... bisa memegangnya, dan kupu-kupu seolah terbang diantara kita. Kala itu.. aku tau kita saling nyaman, tapi aku tidak cukup membuatnya yakin bahwa aku menyukainya.. atau mungkin aku hanyalah pilihan keduanya. Ketiga, aku mengaguminya dari awal aku bertemu dengannya. Aku pun tak tau apa yang spesial darinya. hanya bocah kecil yang tengil. Tapi aku menyukainya. Hingga suatu saat ia menyatakan perasaannnya. Itu seperti mimpi bagiku. Memiliki status tapi tidak kumiliki hatinya. Kini ia menjadi pemuda yang dicintai istrinya. Membangun keluarga kecil bahagia. 24tahun berlalu tak sedikitpun kisah manis kudapat. Kini hal yang sama terulang. Entah perasaan apa, yang kutau aku menyukainya. Menyukai caranya memandangku. Menyukai caranya merayuku dan menyukai caranya menggodaku. Meski berbeda.. tapi aku menyukainya. Entah apa maksudnya. Atau memang hanya iseng.. tapi aku kehilangan saat ia tak lagi ada. Dan tidak ada yang bisa diperjuangkan dari perbedaan ini. Hari ini aku memohon, ya Allah, pertemukan aku dengan seseorang yang membuatku jatuh cinta, membuatku merasakan kembali kupu-kupu terbang disekelilingku. Membuatnya yakin bahwa aku pelabuhan hatinya yang terakhir. Membangun keluarga kecil. Menjadikan aku ibu dari anak-anaknya. Aku yakin akan janjiMu ya Allah. Berikan aku kesabaran, untuk menanti kado terindah dariMu. Aamiin...
Saturday, May 16, 2015
Setitik Pena di waktu subuh
Mungkin dalam hidup, ada seseorang yang mempunyai cinta mendalam pada seseorang. Lebih dari sekedar suka. bahkan perasaan itu tidak pernah berubah sedikitpun. meskipun bertahun-tahun telah berlalu. seperti aku.. yang mengagumi dan menggilainya... yang meskipun sudah 12tahun berlalu, perasaan itu masih sama.Apakah nasib penggemar hanya akan menjadi penggemar ?.. yang tidak pernah bisa memilikinya ? yang hanya akan terus hidup di palung hati terdalam.. dan hidup di alam bawah sadar kita.. Tuhan,, mengapa ia tidak mempunyai rasa yang sama denganku ? Sedang ia selalu hidup di hatiku.. bahkan mimpiku...
Tuesday, April 14, 2015
Di Persimpangan
Kita adalah penentu atas kehidupan kita. Tak sedikit sebagian dari kita bahkan takut untuk sekedar bermimpi. Malam ini aku kembali menulis. Di tengah sunyinya malam. Di sepanjang waktu yang terus berjalan. Aku di persimpangan. Tak tau arahku entah kemana. Selalu berada di tengah-tengah. Hanya ada dua pilihan. Sukses dalam karir, atau sebagai hamba Allah yang bertakwa kpd sang pencipta. Sukses mempunyai banyak definisi bagi setiap orang. Bagiku sukses itu ketika kita bermanfaat untuk banyak orang. Dan semua mata tertuju saat aku berbicara. Karena orang yang berintelek, akan terlihat dari cara ia berbicara. Sama seperti saat aku duduk di bangku SD saat semua quiz dari guru aku coba jawab semua, dan saat aku berada di bangku SMP, yang selalu berusaha tampil terbaik didepan kelas untuk berbicara bahasa inggris. Namun mungkin itu hanyalah sekelumit kesuksesan saat aku kecil. Sedangkan seseorang akan dipandang ketika ia sudah dewasa. Kini aku hanyalah seorang petugas kasir. Yang takut untuk mengubah jalan hidupnya. Yang hanya berharap akan ada pangeran yang kan membawanya pergi. Menjadikannya permaisuri di kerajaannya. Seperti di dongeng-dongeng...aku tak akan menyalahkan latar belakang keluargaku. Itu hanya sekian persen dari faktor pendukung kesuksesan kita. Yang terpenting adalah pemikiran dan tekad. Mungkin aku sudah terlambat untuk menyusun cita-cita.. sedang yang lain sudah berada di depan sana. Kini aku merasakan menjadi seorang pecundang. Dan aku merindukan keberanianku seperti saat aku duduk di bangku SD.
Aku bukan motivator, bukan pula penulis hebat. Bukan juga orang hebat. Aku hanya seorang yang selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian. Bahwa hidup ini selalu ada pembelajaran yang bisa kita petik. Aku hanya penulis amatir yang menulis sesekali saat inspirasi datang dan saat ada sesuatu yang ingin aku tulis. Saat kejadian-kejadian dalam hidup aku rangkum dan aku simpulkan sendiri. Rasanya aku sudah tidak tahu harus bermimpi apa lagi. Karena kesuksesan yang sebenarnya bukan diciptakan secara instan. Dulu aku bercita-cita sebagai seorang guru.sebuah cita-cita yang simple. Tapi tak sejalan dengan kenyataan. Rasanya tak adil jika menyalahkan dukungan orang tua. Bahkan diluar sana yang tak punya orangtua sekalipun, bisa sukses. Kini impian sederhanaku hanya bisa berbakti pada suamiku kelak.. aku akan menjadi guru terbaik untuk anak-anak ku kelak. Bukankah kesempurnaan wanita ketika ia menjadi seorang ibu ? Semoga Tuhan selalu memberiku kesabaran.. menanti hadiah terindah dariNya. Aamiin...
Friday, December 20, 2013
UNTUK MU KAWAN YANG SEDANG DALAM PERJUANGAN
Hidup
ini bukanlah untukmu yang mudah menyerah... yang selalu berpikir
pesimis dan tidak percaya diri. Dunia tidak akan menantimu untuk
orang-orang yang hanya terdiam dan takut untuk berjuang. bukalah matamu bahwa nasib kita ditentukan oleh diri kita sendiri. bukan orang lain...
Teruslah berjuang, jangan mengenal lelah dan terus berdo'a.. Allah tidak tidur dan melihat semua usaha kita. lebih baik pecah dan terjatuh dalam gerakan dari pada membusuk dalam kelumpuhan. gagal bisa mencoba lagi, jatuh bisa terbangun lagi. tapi menyerah artinya selesai.
Pemikiran
positif akan menghasilkan hal positif pula. semua berawal dari mindset
kita. untukmu yang terus pesimis dan tidak percaya diri. teruslah
demikian hingga dunia mengacuhkanmu dan selamanya kau menjadi orang
gagal.
untukmu seorang pemimpi. teruslah bermimpi dan bangun tangga demi tangga untuk meraih mimpi itu. orang sehat mempunyai seribu impian, sedang orang sakit takut untuk bermimpi. welcome to the jungle kawan.... GBU.. :)
Ku Salah Mengartikan
aku
merasakan rasa ini lagi. setelah sekian lama. meski kutahu mungkin
akhirnya akan sama seperti kisah cintaku sebelumnya. yaitu kesedihan.
tapi aku tak bisa mengendalikan cinta yang datang. aku tak tahu apakah
ini yang di namakan jatuh cinta lagi. tapi aku merasa kupu-kupu terbang
di sekitarku saat dia mulai menyapaku. aku benci harus menerjemahkan
isyarat-isyarat kamu itu. apakah pertanyaan kamu itu sekedar pancingan
atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh
percaya diri ???
lalu
sampai kapan aku salah menerjemahkan arti sapaan itu, belaian itu dan
pelukan itu. sedang aku sangat menikmatinya. mungkin aku sudah gila...
tapi hati ini berbunga-bunga saat bisa melihatnya. sedih saat tak
berjumpa dengannya. dan marah saat ia dengan wanita lain.
lalu kau anggap apa aku ini... teman biasa atau hanya aku yang salah mengartikan... meski ku tahu kau hanya memberi harapan-harapan palsu, lalu kenapa logika ku tak bisa menggerakan hatiku untuk menahan rasa yang datang. Tuhan, aku lelah dengan kisah yang tak pernah berujung kebahagiaan. kapankah waktu itu tiba.. saat akan ada seseorang yang dapat menerimaku apa adanya. Tuhan,,, aku lelahhh... :'(
Subscribe to:
Posts (Atom)