Thursday, March 18, 2021

Catatan 2021

 Tik tok tik tok.. waktu berjalan tanpa ada yang bisa menghentikan.. sedang aku terkurung dalam sepi. Kata orang semua akan berlalu. Sedih maupun senang mu silih berganti. Kenapa tidak denganku Tuhan.. sesekali aku lemah tanpa arah.. sesak di dada tak lagi bisa dirasa. Keras membatu.. adakah yang bisa memelukku kini ? Jangan hanya sepi yang selalu menemani. Berkali-kali ku memohon dengan mengiba pada sepi untuk pergi. Tapi kenapa semakin membuatku serasa mau mati. Tuhan, apakah aku terlalu hina untuk memohon? Maafkan aku yang kurang gigih merayuMu. Maafkan aku seringkali menyerah dalam meminta.

Kata orang setiap orang layak untuk dicintai. Kenapa aku merasa tidak demikian. Bahkan oleh orang tua sendiri. Aku merasa sebatang kara.. saudara serasa orang asing. Orang asingpun pergi silih berganti. Hanya aku yang masih tetap disini. Tuhan, aku ingin beranjak dari sepi.. Tuhan, aku tak mau lagi sendiri.. 


Sunday, January 5, 2020

Cinta Pertama akankah bersemi kembali ?

Januari 2020

Waktu begitu cepat berlalu. Menggulirkan masa memainkan cerita. Kadang indah dan terlihat mudah. Namun tak jarang suram dan merumitkan. Cintaku kepadamu entah apa maknanya. Kadang menggelora seakan tak sanggup tanpanya. Namun kadang hilang begitu saja.

Ya mungkin itu sepenggal puisi yang dulu pernah aku buat untuk dia.cinta pertamaku. Saat aku duduk di bangku SMP. dan masih banyak bait puisi yang menumpuk aku ciptakan untuk dia. Ya.. untuk dia. Setiap pagi ku geletak kan buku puisiku diatas meja. Berharap dia selalu membacanya. Lalu ia mengambil pena. Menuliskan namaku. Itu saja sudah cukup membuatku bahagia. Waktu berjalan.. rasa itu selalu ada. Beranjak ke masa putih abu2. Sesekali aku menitipkan salam lewat teman baikku. Lalu ia membalas dengan mengirimkan pesan singkat untukku. Seketika aku bahagia tak terhingga.

Tahun tahun berlalu.. kuliah.. kerja.. dan menua. Entah mungkin ak yang menang belum beruntung. Atau Tuhan sedang menyiapkan yg terbaik untukku. 15th berlalu, kami bertemu kembali di usia 28th dengan status single. Disaat semua teman kami sudah berkeluarga.  Kami seperti orang kehilangan arah.. lucu memang. Bertemu dalam rangka apa..? teman? Ya mungkin sampai kapanpun kau hanya menganggap ku sbg teman.

Aku sudah cukup kecewa. Bertubi-tubi menerima penolakan darinya. Sejak ia katakan ia menyukai wanita itu. Sudah kuputuskan. Aku terlalu berharga. Sedemikian rupa ak jelaskan. Waktu berlalu begitu lama. Waktu mengubahku,naluri berlari dariku. Namun sejauh aku melangkah. Akan kulakukan jika bisa bersamamu. Untuk kedua kalinya saat ku katakan, perasaan ku masih selalu ada. Katamu ak bisa dapatkan yang lebih. Maka detik itu jg ak berjanji, ak akan mendapatkan yg lebih dari mu.

Kini kau datang. Entah membawa cerita baru atau rasa yang lama. Sungguh,aku sudah kubur dalam-dalam rasa itu.
Semoga kita bahagia dijalan masing-masing.
Untukmu cinta pertama ku.
Yang mungkin tidak pernah bisa ku miliki.

Monday, September 16, 2019

Dear Allah

28 tahun berlalu. Benar kata orang. Hidup seperti menumpang minum. Beginikah rasanya menua.. aku merindukan masa kecilku. Dimana semua masih begitu indah. Tanpa ada kecanggihan teknologi. Real dan tumbuh sebagai mana mestinya. Dengan mainan tradisional yang kental pada masanya. Beramai ramai dengan teman sebaya. Waktu terus berlalu.. tumbuh remaja dan dewasa.. ak sudah pernah menulis sebelumnya tentang perjalanan hidupku yg mungkin tidak terlalu berwarna bahkan mungkin terlalu banyak merana. Tapi kali ini aku akan mengingat kembali. Seseorang satu persatu beranjak melanjutkan hidupnya. Bahagia bersama belahan jiwanya dan melahirkan cinta. Tapi ironisnya aku justru merasa kehilangan. Orang yang dulu aku cinta silih berganti meninggalkan ku. Sahabat satu persatu bahagia dengan jalan hidupnya. Hingga ibu telah pergi sebelum melihatku bahagia.. aku disini sendiri bahkan setiap akhir pekan tiba, selalu mencari cara untuk bahagia. Teman tak ada apalagi cinta..

Tuhan. Saat ini hanya Engkau yang aku punya. Ak hidup atas kekuatan yang Engkau berikan. maaf jika ak hanya datang disaat aku merasa payah. Maaf jika aku meminta dan memohon dikala aku merasa buntu. Tetapi aku yakin Engkau mencintai semua hambaMu. Bahkan yang melupakan Mu pun selalu engkau beri kenikmatan. Aku sudah pernah terjatuh dua tahun yang lalu. Ak merangkak dan menangis berlutut mengiba kepada Mu. Lalu Engkau berikan ak keajaiban keajaiban yang tak pernah ak dapatkan sebelumnya. Saat itu ak payah. Cinta hilang.. teman hilang. Harta hilang.. ak tak punya apa-apa.. Hanya Engkau yang menolong hamba.

Kini aku merasakan kembali. Kau beri hamba nikmat sehat dan uang. Tapi hatiku kosong.. pergi sejauh kaki melangkah, hampa masih dirasa. Rupanya kebahagiaan bukan terletak pada tempat. Bukan pula karena harta.jika hingga detik ini doa hamba masih belum terkabul jua. Maka yang aku harapkan hanya berikan hamba kekuatan dan keyakinan. Tak peduli berapa kali hamba harus  menangis setiap kali aku sembahyang kepada Mu.tak peduli entah sampai kapan Engkau akan melepaskan satu persatu doa hamba. Tapi tolong berikan selalu hamba kekuatan dan keyakinan. Bahwa Engkau akan memberi yang terbaik untuk hamba. Maafkan juga jika doa hamba terkadang penuh paksaan. Seakan mendikte dan tahu apa yang terbaik untuk hamba. Maafkan jika kadang hamba merasa lelah. Merasa semua ini tak adil. Maafkan jika hamba kerap merasa semua jalan tertutup. Sekeras apapun aku berusaha, merasa selalu gagal. Mungkin yang terakhir tinggal lah ikhlas dan terus berdoa. Hingga Engkau memberikan keajaiban-keajaiban. Dan yang terkahir, mungkin ak bukanlah hamba Mu yang baik. Yang bisa menghafal semua kitabMu. Yang ku punya hanya cinta yang sederhana. Maka terima lah ibadah hamba sebagai bentuk terimakasih ku atas semua nikmat yang tak terhitung setiap waktu.

Dariku,
Hamba Mu yang penuh dosa.
Tapi Ampunan Mu lebih luas dari samudra..

Wednesday, February 27, 2019

Catatan di awal tahun 2019

Malam ini ku beranikan untuk menulis kembali. mungkin masih tentang kesedihan.. hanya ini yang bisa ku tulis. entah kenapa.. tanganku kaku saat hatiku bahagia. mungkin karena semua energi ku terserap habis oleh hati dan pikiranku.. 

malam ini, 27 ferbruari 2019. tahun ke sekian kalinya. yang tak ku inginkan untuk menulis tentang kesedihan. sebenarnya aku ingin memberikan kabar bahagia.. tak melulu menulis kepilu-an... aku juga lelah..maaf.. aku membukamu di saat aku sudah penat. ku pasrahkan semua kepadaNya.. berdo'a di malam ini saat semua orang tertidur lelap. meneteskan harapan yang selama ini aku pinta kepadaNya.. tahun ini. aku mulai menua.. lingkaran hitam dimata ku semakin menghitam.. garis senyumku sudah mulai terlihat.. itu tandanya usiaku sudah tak lagi muda.. setiap tahun.. dari pertama kali aku mulai menulis blog ini,, harapan demi harapan selalu aku tata.. tak boleh aku berputus asa karena tak boleh dalam agama.. tapi kadang keyakinan itu entah pergi kemana.. karena waktu demi waktu terlewati.. tapi aku masih disini saja.. 

ya Allah.. apa usahaku belum begitu besar ? atau do'aku belum engkau lepas satu persatu dari langit ? kadang aku berpikir, atau mungkin pintaku terlalu banyak ? ku rapi kan lagi harapku. .tak lagi bersyarat ini itu.. ku runtuhkan semua kesombonganku .. aku menggali dan belajar menjadi wanita yang mandiri.. namun masih belum juga cinta sejati itu datang.. lalu bagaimana dan dimana lagi harus kucari ?

aku hanya ingin menjadi wanita sempurna.. yaitu menjadi ibu dari anak-anaku kelak.. menyempurnakan sebagian agamaku.. menggapai surgamu bersama laki-laki terbaik yang menjadi imamku.. kenapa orang terlihat begitu mudah.. sedang aku tak demikian ya Allah.. jika ada kesalahan masa lampau.. ampunilah hambaMu ini.. 

Friday, June 15, 2018

Puisi ini saya buat di usiaku yang hampir menginjak 27th. saat perjalanan hidup yang sudah banyak kulalui.. namun hanya perih yang kudapat.. waktu mengubahku. tapi cinta pertama tidak pernah mengenal perubahan..jika memang tetap dia bukan jodohku. saya berharap Tuhan mempertemukan aku dg cinta tulus yang selama ini aku rindukan



Aku berdiri di keheningan malam..
Menunggumu yang selalu tersenyum dalam mimpi..
Dalam sunyi menggerogoti pelan-pelan...
Kau cinta pertamaku yang takkan pernah hilang..
Seberapa waktu menguburmu dalam...
Masih saja tersimpan rapi di sudut hati ...
Takkan hilang oleh zaman..
Seperti namamu yang selalu menjadi coretan-coretan puisi..

Senja mungkin pergi..
Angin silih berganti..
Namun asaku tidak pernah terhenti..
Waktu mengubahku..
Jalan membawaku ..
Nurani berlari dariku..
Namun kembali sejauh aku melangkah akan kulalui,..
Jika bisa bersamamu, cinta pertamaku..

Denting suara menggema semesta..
Menyelinap masuk diam-diam,,
Aku terbujur kaku,,
Dalam gelap merintih sembilu..
Cinta, dapatkah kau damaikanku..
Bukan sekedar perih menemaniku..
Tak cukupkah kau hujankan peluru ke tubuhku..
Ku mohon dekaplah aku wahai kasihku,,
Yang hampir mati  tertimbun jutaan rindu..
 





Thursday, June 14, 2018

Demi Massa

waktu demi waktu terus berjalan..

menua itu pasti. tapi dewasa adalah pilihan.. tak terasa, hampir 27th usiaku.. pahit getirnya kehidupan sudah banyak ku lalui. masa demi masa ku lewati.. hingga detik ini pun masih semu.. mereka selalu bilang. aku seorang yang pemilih..
Dari sedih, bahagia, hancur dan terpuruk hingga kini aku bangkit. tak ada orang di sekililingku. tapi aku tetap berjalan tegar.. namun aku tidak tahu sampai kapan aku sanggup bertahan disini.. 

Mereka selalu bilang, kapan aku bisa membuktikan.. kepada mereka bahwa aku bahagia. kepada dia yang pernah menghancurkanku.. tetapi pertempuran sesungguhnya bukan melawan mereka ataupun dia.. melainkan diriku sendiri. aku tidak butuh dipandang bahagia oleh orang-orang. aku hanya ingin menggapai bahagiaku sendiri. bahagia seperti yang ada dikepalaku.. aku tak ingin menghabiskan sisa hidupku dengan orang yang salah. bukan tentang harta, yang selama ini mereka katakan. aku hanya butuh seorang yang berkarakter. yang bertanggung jawab dengan apapun yang ia perbuat. yang senantiasa mengingatkan dan mengajak kebaikan. yang selalu santun terhadap siapapun.. yang bila bicara tegas dan tidak berubah-ubah. yang mempunyai planning atau pemikiran sepuluh langkah didepan wanita. yang tidak mudah menyerah dalam keadaan. yang tidak sombong apabila sudah berkecukupan. yang dapat mengambil keputusan di waktu yang tepat. yang berani mengakui kesalahan jika bersalah. yang selalu berkata jujur dalam bertutur. yang selalu bertingkah layaknya ksatria.. semua tentang personality . .

bukan hanya sekedar status.. yang seorang istri tetapi tak pernah dipedulikan suami. yang tak pernah diberi nafkah oleh suami. yang tak bisa memberi pengertian yang baik jika ada yang tak sesuai dengan keinginan kita. yang bermain dibelakang dengan wanita lain.. jika hanya status maka diibaratkan seperti gelas bergambar bunga-bunga tetapi dalamnya kosong tak berisi..
jika yang kau cari kekayaan, ia bisa habis. yang berparas tampan, kelak akan menua bersama.. tapi yang berkepribadian baik akan selalu mendamaikan jiwa..

Sunday, February 25, 2018

Pada Akhirnya. . .

Setiap orang mempunyai cerita hidupnya masing-masing. yang tampak indah terkadang hanya luarnya. pun sebaliknya. aku terlahir dari keluarga broken home. yang mungkin bagi sebagian orang dinilai biasa. ataupun tabu. yang dari kecil, selalu hidup sebatang kara meski tinggal bersama orang tua. mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. kala itu aku sebagai santriwati. besar di kalangan tetangga. untuk sekedar sarapan pun ibu tak sempat memasak. saat aku masih kecil, aku merasa Allah selalu dekat denganku. Ia selalu melindungiku dari orang-orang yang berniat jahat. menginjak remaja, aku merasa kosong. jauh dari Allah.. ilmu agama yang selama ini aku pelajari tidak pernah aku gunakan. Allah memeberiku ujian yang mengguncangku. menyaksikan kedua orang tuaku berpisah. aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. hidup terasa begitu berat. setengah warasku hampir hilang. tumpuanku hilang satu. tapi hidup harus terus berjalan.aku mencoba untuk tetap tegar. menyembunyikan luka dibalik senyuman. dan terlihat kuat meski sebenarnya rapuh. aku selalu menyembunyikan kepada mereka. setiap malam aku mencoba menahan kerinduan-kerinduan yang menyelinap masuk ke rongga-rongga dada. membuat sesak tak tertahan ketika ibu hanya bisa hadir dalam mimpi. begitu seterusnya yang kurasa. tapi siapa yang bisa melawan takdir-Nya. jika memang sudah begitu yang tercatat kita harus tetap tegar dan bersyukur. kita tidak pernah bisa memilih dari keluarga mana dan orang tua seperti apa kita dilahirkan. yang terpenting, selalu lah menjadi orang baik.

Waktu berjalan, Aku semakin jauh dari-Nya. kehidupan bebas di kota pelajar. membuatku melupakan-Nya. tetapi masih dalam batas koridornya. aku tetap tidak bisa melupakan bagaimana pengorbanan ayahku membiayai kuliahku, serta bagaimana guruku membekaliku tentang ilmu agama. waktu terus berjalan hingga aku lulus kuliah. aku merasakan Allah sedang menghukumku.. setengah mati aku mencari pekerjaan tetapi hanya kecewa yang kudapat. hampir habis semua asaku, tetapi aku tahu jangan pernah berputus asa mengharap rahmatNya. aku mulai mendekatkan diri lagi kepada Tuhan yang sudah lama aku tinggalkan. lalu ia memberikan secercah harapan. ia memberikan apa yang aku minta. seiring berjalannya waktu, perlahan aku melupakannya lagi. bahkan terbuai dengan nikmat yang ia berikan. aku kembali ke masa jahiliyah. melupakan pertolonganNya. hingga hati masih terasa berat kapan meninggalkan kehidupan macam itu.Waktu waktu berlalu..

Dalam perjalanan percintaan. di usiaku menginjak 26th, dalam hidupku aku pernah mencintai empat  orang. lalu di usiaku yang tak muda lagi. Tuhan mempertemukan aku dengan seorang lagi. yang mengajarkanku banyak hal. entah apa maksudnya. yang aku tahu, tidak ada kebetulan dimuka bumi ini. bahkan daun yang jatuhpun atas ijin Allah. begitupun dengan pertemuanku denganmu. Kau yang datang tanpa pernah aku minta. yang pergi dengan meninggalkan kerusakan. darimu, aku belajar arti memiliki. bahagia, meski sesaat, dan hancur sejatuh-jatuhnya. kau yang datang menawarkan masa depan. kau rangkai impian bahwa kau akan menghabiskan seumur hidupmu denganku serta menua bersamaku. tapi nyatanya kau meninggalkanku. dan pergi bersama wanitamu. memutarbalikkan keadaan seolah aku yang salah. entah aku yang terlalu bodoh. atau kau yang terlalu brengsek. tak akan pernah lupa hari itu. hari-hari kesakitan. saat kesombonganku kau runtuhkan seketika. saat harapan yang ku tata tinggi kau hancurkan juga. aku hanya minta belas kasihmu sedikiitt saja. tapi kau dengan sombongnya mengatakan semua salahku. padahal nyatanya siapa yang berdusta. aku terpuruk. tergopoh-gopoh. mencoba merangkak menuju pertolongan Tuhan. saat keadaan terpuruk, hanya Allah yang menguatkanku. kutemukan kedamaian, serta keajaiban-kejaiban yang selama ini belum pernah aku temui. Allah selalu menolongku saat aku kesusahan. aku merasa menjadi manusia baru. sekian lama aku bertahan menjadi hambaNya yang baik. lalu akupun mengambil hikmah dari semua yang ada dalam hidupku. bahwa ia hadir dalam hidupku mengajarkanku tentang bahagia, menangis, berharap, kepercayaan, contoh laki-laki yang tak baik serta meruntuhkan kesombonganku selama ini. yang sebenarnya kita manusia biasa yang tak layak untuk menyombongkan diri. sedang semua ini hanyalah titipan. dunia ini hanya lah sementara dan semu.

kini aku sudah bisa berlari ya Allah.. bahkan saking cepatnya, hingga aku mulai meninggalkanMu (lagi). aku sudah bisa menutup rapat dia dalam bab kesekian yang ada dalam hidupku. aku berharap. aku bisa menutup bab percintaan ku terakhir ya Allah.. pertemukanlah dengan ia. yang bersamanya menuju JannahMu.. sahabat sehidup sesurga.. menggandeng tangannya untuk berjalan bersama dijalanmu. menunaikan ibadah sepanjang hidupku bersamanya.. melahirkan anak-anak yang soleh. tegurlah hamba. yang mulai jauh meningalkanMu ya Allah... sejatinya, kebahagiaan sejati adalah menggapai ridhoMu.. dan bertemu dengan Mu kelak di surgaMu.. Aamiin..

Monday, May 22, 2017

AKU ATAU KAU ??!!

Ada satu kisah yang layak disimpan sebagai kenang. ada pula satu kisah yang cukup sebagai pembelajaran. kau...yang datang tanpa pernah aku undang. yang pergi meninggalkan kerusakan.. setengah mati aku mengemis maaf kepadamu.. atas perlakuanmu selama ini... kau satu-satunya orang yang membuatku merasa seperti sampah. sedang aku terlalu berharga untuk sekedar kau injak-injak.entah apa salahku kau memperlakukanku setega itu. mungkin karena aku terlalu bodoh.. kau tidak pernah tahu bagaimana perasaanku saat cinta tulusku tak pernah kau hargai.. saat aku hanya sebagai objek permainanmu.. saat aku mengiba kepadamu namun kau dengan lantang memutar balikkan semuanya....saat aku mengemis kata maaf darimu namun kau mengacuhkanku.. saat aku seperti orang terbodoh di dunia dihadapan orang-orang.. saat aku hancur sehancur-hancurnya... saat aku berjuang sekuat tenaga untuk berdiri kokoh.. kini aku sudah mengubur dalam-dalam kisah itu. meski terkadang masih terasa sakit saat melihatmu.. tapi aku bisa apa ?? ini takdir yang harus ku jalani.. dan meski hingga kini kau masih saja mengusikku dan bertanya kenapa aku tak bisa seperti yang dulu...? lalu dimana hatimu saat dulu kau memperlakukan aku semau mu... dengan tidak mengusikmu dan menghancurkanmu pun itu adalah bentuk kebaikanku.. jika saja kau gagah berani mengakui kesalahanmu.. dan sedikit saja memanusiakanku.. aku akan menggandeng tanganmu dan tersenyum simpul melihatmu.. merasa bahagia karena sudah pernah menjadi bagian hidupmu.... tapi kau yang membuatku mengambil jalan ini...lalu jika kau masih bertanya siapa yang kejam,?? seluruh duniapun tau siapa yang brengsek diantara kita...