Thursday, February 23, 2023

SEPI MASIH MENEMANI

Tiga Puluh Dua Tahun hanyalah sebuah angka..garis senyum yang mulai terlihat. lemak yang mulai menumpuk karena metabolime tubuh yang mulai melambat. kantung mata yang mulai menghitam. disudut kamar yang kecilini aku bersembunyi.. ya.. keahlianku sedari dulu. bahkan hati yang terus ditempa ini semakin mati rasa.. bahkan kehilangan diriku yang dulu.. sendiri dan terus berlari.. entah sampai kapan?.. Tuhan ampuni hamba Mu yang hina ini.. jangan Kau hukum aku seperti ini..

Friday, July 9, 2021

July 2021

Tahun tahun silih berganti. Agaknya Tuhan mulai bosan dengan kelakuan manusia. Entah apa namanya, malapetaka tak kunjung reda. Entah ini peringatan atau hukuman dari Tuhan. Mengingatkan bahwa dunia ini hanyalah sementara. Yang kau kejar setengah matipun tak dapat menolongmu dari kematian. 

Waktu-waktu berlalu usia semakin menua. Aku seperti gelas kosong. Jika selama ini ak hanya mengandalkan waktu, untuk bisa lepas dari kesepian. Kini ak tak tahu harus berlari kemana lagi. Bukan ku tak bahagia atas diriku, tapi ak butuh teman hidup Tuhan.. sungguh ak benci untuk mengulang masa ini. Masa dimana aku sudah tak punya siapa-siapa lagi. Sampai kapan.. aku berlari tanpa tujuan.. tolong hamba Mu ini Tuhan, aku tak mau lagi sendirian..😢

Thursday, March 18, 2021

Catatan 2021

 Tik tok tik tok.. waktu berjalan tanpa ada yang bisa menghentikan.. sedang aku terkurung dalam sepi. Kata orang semua akan berlalu. Sedih maupun senang mu silih berganti. Kenapa tidak denganku Tuhan.. sesekali aku lemah tanpa arah.. sesak di dada tak lagi bisa dirasa. Keras membatu.. adakah yang bisa memelukku kini ? Jangan hanya sepi yang selalu menemani. Berkali-kali ku memohon dengan mengiba pada sepi untuk pergi. Tapi kenapa semakin membuatku serasa mau mati. Tuhan, apakah aku terlalu hina untuk memohon? Maafkan aku yang kurang gigih merayuMu. Maafkan aku seringkali menyerah dalam meminta.

Kata orang setiap orang layak untuk dicintai. Kenapa aku merasa tidak demikian. Bahkan oleh orang tua sendiri. Aku merasa sebatang kara.. saudara serasa orang asing. Orang asingpun pergi silih berganti. Hanya aku yang masih tetap disini. Tuhan, aku ingin beranjak dari sepi.. Tuhan, aku tak mau lagi sendiri.. 


Sunday, January 5, 2020

Cinta Pertama akankah bersemi kembali ?

Januari 2020

Waktu begitu cepat berlalu. Menggulirkan masa memainkan cerita. Kadang indah dan terlihat mudah. Namun tak jarang suram dan merumitkan. Cintaku kepadamu entah apa maknanya. Kadang menggelora seakan tak sanggup tanpanya. Namun kadang hilang begitu saja.

Ya mungkin itu sepenggal puisi yang dulu pernah aku buat untuk dia.cinta pertamaku. Saat aku duduk di bangku SMP. dan masih banyak bait puisi yang menumpuk aku ciptakan untuk dia. Ya.. untuk dia. Setiap pagi ku geletak kan buku puisiku diatas meja. Berharap dia selalu membacanya. Lalu ia mengambil pena. Menuliskan namaku. Itu saja sudah cukup membuatku bahagia. Waktu berjalan.. rasa itu selalu ada. Beranjak ke masa putih abu2. Sesekali aku menitipkan salam lewat teman baikku. Lalu ia membalas dengan mengirimkan pesan singkat untukku. Seketika aku bahagia tak terhingga.

Tahun tahun berlalu.. kuliah.. kerja.. dan menua. Entah mungkin ak yang menang belum beruntung. Atau Tuhan sedang menyiapkan yg terbaik untukku. 15th berlalu, kami bertemu kembali di usia 28th dengan status single. Disaat semua teman kami sudah berkeluarga.  Kami seperti orang kehilangan arah.. lucu memang. Bertemu dalam rangka apa..? teman? Ya mungkin sampai kapanpun kau hanya menganggap ku sbg teman.

Aku sudah cukup kecewa. Bertubi-tubi menerima penolakan darinya. Sejak ia katakan ia menyukai wanita itu. Sudah kuputuskan. Aku terlalu berharga. Sedemikian rupa ak jelaskan. Waktu berlalu begitu lama. Waktu mengubahku,naluri berlari dariku. Namun sejauh aku melangkah. Akan kulakukan jika bisa bersamamu. Untuk kedua kalinya saat ku katakan, perasaan ku masih selalu ada. Katamu ak bisa dapatkan yang lebih. Maka detik itu jg ak berjanji, ak akan mendapatkan yg lebih dari mu.

Kini kau datang. Entah membawa cerita baru atau rasa yang lama. Sungguh,aku sudah kubur dalam-dalam rasa itu.
Semoga kita bahagia dijalan masing-masing.
Untukmu cinta pertama ku.
Yang mungkin tidak pernah bisa ku miliki.

Monday, September 16, 2019

Dear Allah

28 tahun berlalu. Benar kata orang. Hidup seperti menumpang minum. Beginikah rasanya menua.. aku merindukan masa kecilku. Dimana semua masih begitu indah. Tanpa ada kecanggihan teknologi. Real dan tumbuh sebagai mana mestinya. Dengan mainan tradisional yang kental pada masanya. Beramai ramai dengan teman sebaya. Waktu terus berlalu.. tumbuh remaja dan dewasa.. ak sudah pernah menulis sebelumnya tentang perjalanan hidupku yg mungkin tidak terlalu berwarna bahkan mungkin terlalu banyak merana. Tapi kali ini aku akan mengingat kembali. Seseorang satu persatu beranjak melanjutkan hidupnya. Bahagia bersama belahan jiwanya dan melahirkan cinta. Tapi ironisnya aku justru merasa kehilangan. Orang yang dulu aku cinta silih berganti meninggalkan ku. Sahabat satu persatu bahagia dengan jalan hidupnya. Hingga ibu telah pergi sebelum melihatku bahagia.. aku disini sendiri bahkan setiap akhir pekan tiba, selalu mencari cara untuk bahagia. Teman tak ada apalagi cinta..

Tuhan. Saat ini hanya Engkau yang aku punya. Ak hidup atas kekuatan yang Engkau berikan. maaf jika ak hanya datang disaat aku merasa payah. Maaf jika aku meminta dan memohon dikala aku merasa buntu. Tetapi aku yakin Engkau mencintai semua hambaMu. Bahkan yang melupakan Mu pun selalu engkau beri kenikmatan. Aku sudah pernah terjatuh dua tahun yang lalu. Ak merangkak dan menangis berlutut mengiba kepada Mu. Lalu Engkau berikan ak keajaiban keajaiban yang tak pernah ak dapatkan sebelumnya. Saat itu ak payah. Cinta hilang.. teman hilang. Harta hilang.. ak tak punya apa-apa.. Hanya Engkau yang menolong hamba.

Kini aku merasakan kembali. Kau beri hamba nikmat sehat dan uang. Tapi hatiku kosong.. pergi sejauh kaki melangkah, hampa masih dirasa. Rupanya kebahagiaan bukan terletak pada tempat. Bukan pula karena harta.jika hingga detik ini doa hamba masih belum terkabul jua. Maka yang aku harapkan hanya berikan hamba kekuatan dan keyakinan. Tak peduli berapa kali hamba harus  menangis setiap kali aku sembahyang kepada Mu.tak peduli entah sampai kapan Engkau akan melepaskan satu persatu doa hamba. Tapi tolong berikan selalu hamba kekuatan dan keyakinan. Bahwa Engkau akan memberi yang terbaik untuk hamba. Maafkan juga jika doa hamba terkadang penuh paksaan. Seakan mendikte dan tahu apa yang terbaik untuk hamba. Maafkan jika kadang hamba merasa lelah. Merasa semua ini tak adil. Maafkan jika hamba kerap merasa semua jalan tertutup. Sekeras apapun aku berusaha, merasa selalu gagal. Mungkin yang terakhir tinggal lah ikhlas dan terus berdoa. Hingga Engkau memberikan keajaiban-keajaiban. Dan yang terkahir, mungkin ak bukanlah hamba Mu yang baik. Yang bisa menghafal semua kitabMu. Yang ku punya hanya cinta yang sederhana. Maka terima lah ibadah hamba sebagai bentuk terimakasih ku atas semua nikmat yang tak terhitung setiap waktu.

Dariku,
Hamba Mu yang penuh dosa.
Tapi Ampunan Mu lebih luas dari samudra..

Wednesday, February 27, 2019

Catatan di awal tahun 2019

Malam ini ku beranikan untuk menulis kembali. mungkin masih tentang kesedihan.. hanya ini yang bisa ku tulis. entah kenapa.. tanganku kaku saat hatiku bahagia. mungkin karena semua energi ku terserap habis oleh hati dan pikiranku.. 

malam ini, 27 ferbruari 2019. tahun ke sekian kalinya. yang tak ku inginkan untuk menulis tentang kesedihan. sebenarnya aku ingin memberikan kabar bahagia.. tak melulu menulis kepilu-an... aku juga lelah..maaf.. aku membukamu di saat aku sudah penat. ku pasrahkan semua kepadaNya.. berdo'a di malam ini saat semua orang tertidur lelap. meneteskan harapan yang selama ini aku pinta kepadaNya.. tahun ini. aku mulai menua.. lingkaran hitam dimata ku semakin menghitam.. garis senyumku sudah mulai terlihat.. itu tandanya usiaku sudah tak lagi muda.. setiap tahun.. dari pertama kali aku mulai menulis blog ini,, harapan demi harapan selalu aku tata.. tak boleh aku berputus asa karena tak boleh dalam agama.. tapi kadang keyakinan itu entah pergi kemana.. karena waktu demi waktu terlewati.. tapi aku masih disini saja.. 

ya Allah.. apa usahaku belum begitu besar ? atau do'aku belum engkau lepas satu persatu dari langit ? kadang aku berpikir, atau mungkin pintaku terlalu banyak ? ku rapi kan lagi harapku. .tak lagi bersyarat ini itu.. ku runtuhkan semua kesombonganku .. aku menggali dan belajar menjadi wanita yang mandiri.. namun masih belum juga cinta sejati itu datang.. lalu bagaimana dan dimana lagi harus kucari ?

aku hanya ingin menjadi wanita sempurna.. yaitu menjadi ibu dari anak-anaku kelak.. menyempurnakan sebagian agamaku.. menggapai surgamu bersama laki-laki terbaik yang menjadi imamku.. kenapa orang terlihat begitu mudah.. sedang aku tak demikian ya Allah.. jika ada kesalahan masa lampau.. ampunilah hambaMu ini.. 

Friday, June 15, 2018

Puisi ini saya buat di usiaku yang hampir menginjak 27th. saat perjalanan hidup yang sudah banyak kulalui.. namun hanya perih yang kudapat.. waktu mengubahku. tapi cinta pertama tidak pernah mengenal perubahan..jika memang tetap dia bukan jodohku. saya berharap Tuhan mempertemukan aku dg cinta tulus yang selama ini aku rindukan



Aku berdiri di keheningan malam..
Menunggumu yang selalu tersenyum dalam mimpi..
Dalam sunyi menggerogoti pelan-pelan...
Kau cinta pertamaku yang takkan pernah hilang..
Seberapa waktu menguburmu dalam...
Masih saja tersimpan rapi di sudut hati ...
Takkan hilang oleh zaman..
Seperti namamu yang selalu menjadi coretan-coretan puisi..

Senja mungkin pergi..
Angin silih berganti..
Namun asaku tidak pernah terhenti..
Waktu mengubahku..
Jalan membawaku ..
Nurani berlari dariku..
Namun kembali sejauh aku melangkah akan kulalui,..
Jika bisa bersamamu, cinta pertamaku..

Denting suara menggema semesta..
Menyelinap masuk diam-diam,,
Aku terbujur kaku,,
Dalam gelap merintih sembilu..
Cinta, dapatkah kau damaikanku..
Bukan sekedar perih menemaniku..
Tak cukupkah kau hujankan peluru ke tubuhku..
Ku mohon dekaplah aku wahai kasihku,,
Yang hampir mati  tertimbun jutaan rindu..
 





Thursday, June 14, 2018

Demi Massa

waktu demi waktu terus berjalan..

menua itu pasti. tapi dewasa adalah pilihan.. tak terasa, hampir 27th usiaku.. pahit getirnya kehidupan sudah banyak ku lalui. masa demi masa ku lewati.. hingga detik ini pun masih semu.. mereka selalu bilang. aku seorang yang pemilih..
Dari sedih, bahagia, hancur dan terpuruk hingga kini aku bangkit. tak ada orang di sekililingku. tapi aku tetap berjalan tegar.. namun aku tidak tahu sampai kapan aku sanggup bertahan disini.. 

Mereka selalu bilang, kapan aku bisa membuktikan.. kepada mereka bahwa aku bahagia. kepada dia yang pernah menghancurkanku.. tetapi pertempuran sesungguhnya bukan melawan mereka ataupun dia.. melainkan diriku sendiri. aku tidak butuh dipandang bahagia oleh orang-orang. aku hanya ingin menggapai bahagiaku sendiri. bahagia seperti yang ada dikepalaku.. aku tak ingin menghabiskan sisa hidupku dengan orang yang salah. bukan tentang harta, yang selama ini mereka katakan. aku hanya butuh seorang yang berkarakter. yang bertanggung jawab dengan apapun yang ia perbuat. yang senantiasa mengingatkan dan mengajak kebaikan. yang selalu santun terhadap siapapun.. yang bila bicara tegas dan tidak berubah-ubah. yang mempunyai planning atau pemikiran sepuluh langkah didepan wanita. yang tidak mudah menyerah dalam keadaan. yang tidak sombong apabila sudah berkecukupan. yang dapat mengambil keputusan di waktu yang tepat. yang berani mengakui kesalahan jika bersalah. yang selalu berkata jujur dalam bertutur. yang selalu bertingkah layaknya ksatria.. semua tentang personality . .

bukan hanya sekedar status.. yang seorang istri tetapi tak pernah dipedulikan suami. yang tak pernah diberi nafkah oleh suami. yang tak bisa memberi pengertian yang baik jika ada yang tak sesuai dengan keinginan kita. yang bermain dibelakang dengan wanita lain.. jika hanya status maka diibaratkan seperti gelas bergambar bunga-bunga tetapi dalamnya kosong tak berisi..
jika yang kau cari kekayaan, ia bisa habis. yang berparas tampan, kelak akan menua bersama.. tapi yang berkepribadian baik akan selalu mendamaikan jiwa..

Sunday, February 25, 2018

Pada Akhirnya. . .

Setiap orang mempunyai cerita hidupnya masing-masing. yang tampak indah terkadang hanya luarnya. pun sebaliknya. aku terlahir dari keluarga broken home. yang mungkin bagi sebagian orang dinilai biasa. ataupun tabu. yang dari kecil, selalu hidup sebatang kara meski tinggal bersama orang tua. mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. kala itu aku sebagai santriwati. besar di kalangan tetangga. untuk sekedar sarapan pun ibu tak sempat memasak. saat aku masih kecil, aku merasa Allah selalu dekat denganku. Ia selalu melindungiku dari orang-orang yang berniat jahat. menginjak remaja, aku merasa kosong. jauh dari Allah.. ilmu agama yang selama ini aku pelajari tidak pernah aku gunakan. Allah memeberiku ujian yang mengguncangku. menyaksikan kedua orang tuaku berpisah. aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. hidup terasa begitu berat. setengah warasku hampir hilang. tumpuanku hilang satu. tapi hidup harus terus berjalan.aku mencoba untuk tetap tegar. menyembunyikan luka dibalik senyuman. dan terlihat kuat meski sebenarnya rapuh. aku selalu menyembunyikan kepada mereka. setiap malam aku mencoba menahan kerinduan-kerinduan yang menyelinap masuk ke rongga-rongga dada. membuat sesak tak tertahan ketika ibu hanya bisa hadir dalam mimpi. begitu seterusnya yang kurasa. tapi siapa yang bisa melawan takdir-Nya. jika memang sudah begitu yang tercatat kita harus tetap tegar dan bersyukur. kita tidak pernah bisa memilih dari keluarga mana dan orang tua seperti apa kita dilahirkan. yang terpenting, selalu lah menjadi orang baik.

Waktu berjalan, Aku semakin jauh dari-Nya. kehidupan bebas di kota pelajar. membuatku melupakan-Nya. tetapi masih dalam batas koridornya. aku tetap tidak bisa melupakan bagaimana pengorbanan ayahku membiayai kuliahku, serta bagaimana guruku membekaliku tentang ilmu agama. waktu terus berjalan hingga aku lulus kuliah. aku merasakan Allah sedang menghukumku.. setengah mati aku mencari pekerjaan tetapi hanya kecewa yang kudapat. hampir habis semua asaku, tetapi aku tahu jangan pernah berputus asa mengharap rahmatNya. aku mulai mendekatkan diri lagi kepada Tuhan yang sudah lama aku tinggalkan. lalu ia memberikan secercah harapan. ia memberikan apa yang aku minta. seiring berjalannya waktu, perlahan aku melupakannya lagi. bahkan terbuai dengan nikmat yang ia berikan. aku kembali ke masa jahiliyah. melupakan pertolonganNya. hingga hati masih terasa berat kapan meninggalkan kehidupan macam itu.Waktu waktu berlalu..

Dalam perjalanan percintaan. di usiaku menginjak 26th, dalam hidupku aku pernah mencintai empat  orang. lalu di usiaku yang tak muda lagi. Tuhan mempertemukan aku dengan seorang lagi. yang mengajarkanku banyak hal. entah apa maksudnya. yang aku tahu, tidak ada kebetulan dimuka bumi ini. bahkan daun yang jatuhpun atas ijin Allah. begitupun dengan pertemuanku denganmu. Kau yang datang tanpa pernah aku minta. yang pergi dengan meninggalkan kerusakan. darimu, aku belajar arti memiliki. bahagia, meski sesaat, dan hancur sejatuh-jatuhnya. kau yang datang menawarkan masa depan. kau rangkai impian bahwa kau akan menghabiskan seumur hidupmu denganku serta menua bersamaku. tapi nyatanya kau meninggalkanku. dan pergi bersama wanitamu. memutarbalikkan keadaan seolah aku yang salah. entah aku yang terlalu bodoh. atau kau yang terlalu brengsek. tak akan pernah lupa hari itu. hari-hari kesakitan. saat kesombonganku kau runtuhkan seketika. saat harapan yang ku tata tinggi kau hancurkan juga. aku hanya minta belas kasihmu sedikiitt saja. tapi kau dengan sombongnya mengatakan semua salahku. padahal nyatanya siapa yang berdusta. aku terpuruk. tergopoh-gopoh. mencoba merangkak menuju pertolongan Tuhan. saat keadaan terpuruk, hanya Allah yang menguatkanku. kutemukan kedamaian, serta keajaiban-kejaiban yang selama ini belum pernah aku temui. Allah selalu menolongku saat aku kesusahan. aku merasa menjadi manusia baru. sekian lama aku bertahan menjadi hambaNya yang baik. lalu akupun mengambil hikmah dari semua yang ada dalam hidupku. bahwa ia hadir dalam hidupku mengajarkanku tentang bahagia, menangis, berharap, kepercayaan, contoh laki-laki yang tak baik serta meruntuhkan kesombonganku selama ini. yang sebenarnya kita manusia biasa yang tak layak untuk menyombongkan diri. sedang semua ini hanyalah titipan. dunia ini hanya lah sementara dan semu.

kini aku sudah bisa berlari ya Allah.. bahkan saking cepatnya, hingga aku mulai meninggalkanMu (lagi). aku sudah bisa menutup rapat dia dalam bab kesekian yang ada dalam hidupku. aku berharap. aku bisa menutup bab percintaan ku terakhir ya Allah.. pertemukanlah dengan ia. yang bersamanya menuju JannahMu.. sahabat sehidup sesurga.. menggandeng tangannya untuk berjalan bersama dijalanmu. menunaikan ibadah sepanjang hidupku bersamanya.. melahirkan anak-anak yang soleh. tegurlah hamba. yang mulai jauh meningalkanMu ya Allah... sejatinya, kebahagiaan sejati adalah menggapai ridhoMu.. dan bertemu dengan Mu kelak di surgaMu.. Aamiin..

Monday, May 22, 2017

AKU ATAU KAU ??!!

Ada satu kisah yang layak disimpan sebagai kenang. ada pula satu kisah yang cukup sebagai pembelajaran. kau...yang datang tanpa pernah aku undang. yang pergi meninggalkan kerusakan.. setengah mati aku mengemis maaf kepadamu.. atas perlakuanmu selama ini... kau satu-satunya orang yang membuatku merasa seperti sampah. sedang aku terlalu berharga untuk sekedar kau injak-injak.entah apa salahku kau memperlakukanku setega itu. mungkin karena aku terlalu bodoh.. kau tidak pernah tahu bagaimana perasaanku saat cinta tulusku tak pernah kau hargai.. saat aku hanya sebagai objek permainanmu.. saat aku mengiba kepadamu namun kau dengan lantang memutar balikkan semuanya....saat aku mengemis kata maaf darimu namun kau mengacuhkanku.. saat aku seperti orang terbodoh di dunia dihadapan orang-orang.. saat aku hancur sehancur-hancurnya... saat aku berjuang sekuat tenaga untuk berdiri kokoh.. kini aku sudah mengubur dalam-dalam kisah itu. meski terkadang masih terasa sakit saat melihatmu.. tapi aku bisa apa ?? ini takdir yang harus ku jalani.. dan meski hingga kini kau masih saja mengusikku dan bertanya kenapa aku tak bisa seperti yang dulu...? lalu dimana hatimu saat dulu kau memperlakukan aku semau mu... dengan tidak mengusikmu dan menghancurkanmu pun itu adalah bentuk kebaikanku.. jika saja kau gagah berani mengakui kesalahanmu.. dan sedikit saja memanusiakanku.. aku akan menggandeng tanganmu dan tersenyum simpul melihatmu.. merasa bahagia karena sudah pernah menjadi bagian hidupmu.... tapi kau yang membuatku mengambil jalan ini...lalu jika kau masih bertanya siapa yang kejam,?? seluruh duniapun tau siapa yang brengsek diantara kita...

Wednesday, May 3, 2017

Sayapku Patah

Baru kali ini aku bertemu monster sepertimu. yang begitu manis di awal namun akhirnya membunuhku. Jika boleh ku gambarkan dalam sebuah negeri dongeng. tinggalah seorang putri yang angkuh dan sombong..namun sebenarnya baik hati. datanglah monster dari negeri antah brantah. .. dengan segala akal bulusnya merayu sang putri hingga sang putri percaya dan takluk. waktu demi waktu berjalan sang putri bahagia menjalani hari2nya bersama sang monster. namun di perjalanan kisahnya begitu banyak rintangan menghadang.. cibiran rakyat hingga sang ratu..namun tidak pernah ia dengarkan.. dengan setulus hati ia menyayangi sang monster. hingga suatu hari sang monster mengeluarkan sifat2 aslinya.. membuat sang putri menangis dan tersakiti.. bertubi-tubi dihantam oleh sang monster. namun sang putri selalu membela monster di depan semua orang. hingga batas kesanggupan sang putri menerima perlakuan2 sang monster lalu sang putri melepaskan sang monster..dan membuatnya malu dihadapan rakyat. sang monster tak terima dengan perlakuan sang putri lalu ia memberitahu apa tujuannya datang ke negeri dongeng ini. yaitu menghancurkan sang putri yang angkuh dan sombong. 

Begitulah sedikit yang bisa aku gambarkan tentangmu...jika boleh aku berkata jujur.. aku sudah tidak bisa terbang tinggi.. kau patahkan sayapku lalu kau tenggelamkan aku di lautan lepas.. dengan lantang kau memutar balikkan fakta..agar kau terlihat benar.. begitu puasnya kau menghancurkanku hingga aku tak mampu lagi terbang..aku hidup di pengasingan.. dan kau kembali ke negeri dongeng dengan membawa berita bahagiamu bersama permaisuri mu.. jika boleh aku bertanya. apa salahku hingga kau mematahkan sayapku ??.. dimana hatimu yang aku perjuangkan namun menenggelamkanku... sekarang kau bersilat seoalh kau yang benar.. namun negeri ini milikku.. mereka lebih tahu siapa aku...mereka lebih tahu siapa yang putri dan siapa yang monster. langit tak perlu menjelaskan dirinya tinggi. begitupun dengan kisah ini. kau tidak perlu mengatakan yg sebenarnya. karena semua orangpun tahu siapa yang benar. jika harus ada pilihan siapa yang harus pergi.. maka jawabnnya adalah KAU.

Wednesday, April 12, 2017

Sang penakluk Hati

Di Ujung tahun, aku menemukan dirimu. dibanyak orang baru, dengan wajah yang berbeda. tapi menyakiti dengan senjata yang sama. Saat itu kau datang. sebagai penawar obat dan pengisi hati. mengobati luka yang hampir mengering karena cinta pula. bukankah obat patah hati hanya disembuhkan oleh hati pula ?

Kau mengajukan penawaran untuk masuk ke kehidupanku. dengan seribu janji-janji manismu. aku mungkin terlihat lihai dalam permainan cinta. tapi siapa yang tahu, aku selalu kalah dalam permainan cinta. medan yang terlalu landai yang selalu aku pilih untuk bermain cinta. lalu takdir membawamu ke hadapanku. yang aku pikir saat itu adalah kau sengaja dikirim oleh Tuhan untuk mengobati lukaku. Ku lihat kau begitu baik.aku lelah selalu kalah dalam permainan. lalu aku memilih lebih baik dicintai dari pada mencintai.. bahagiapun datang dengan seiring berjalannya waktu. kau mengisi hari-hariku.. lalu ku jatuhkan hatiku padamu.. awal yang begitu manis kurasa.. tapi benar kata pepatah,, kalau orang bisa berubah kapan saja. hari ini mungkin cinta, tapi esok lusa bisa berubah menjadi benci. bisa saja... dan itu terjadi padamu. entah kemana janji-janji yang kau tawarkan padaku dulu.. entah kemana engkau yang ku kenal dulu.. seakan cinta itu hilang di kikis oleh waktu... sudah habis semua asa ku untukmu... lalu kau menyia2kanku.. entah apa salahku... mengapa kau setega itu.. ketulusanku selama ini tak pernah kau hargai.. jatuh sejatuh2nya saat kau melukai hati dan perasaanku..tak pernah kau tahu, bahwa sebenarnya aku seorang yang rapuh.. tumpuanku hilang satu. aku butuh engkau sebagai salah satu penguat hidupku. tapi mengapa engkau menghancurkanku.. perlukah aku menjual iba kepadamu.. bahwa aku tak sekuat yang terlihat orang-orang. lalu aku memutuskan untuk melepasmu.. jika memang kau tak pernah mencintaiku.. tak perlu dipaksa.. aku sudah berdamai dengan kenyataan..menerima kenyataan bahwa memang hidup begitu-begitu saja. ada yang saling cinta namun tak dapat bersatu. ada pula yang bersatu meski tak saling cinta. dan di dunia ini beribu-ribu orang yang mengalami itu. lalu kau datang kembali memberi angin surga. di saat aku sudah ikhlas dengan perlakuanmu. memberikan kesempatan kedua untukmu. karena aku memilih pergi bukan karena sudah tak sayang lagi. aku dibatas kesanggupan menerima semua perlakuanmu. ku percayakan lagi hatiku untukmu. tapi entah kau manusia atau pohon pisang. yang punya jantung tapi tak punya hati. kau hancurkan lagi hatiku..kau bilang sudah bersama perempuanmu.. dimanakah letak hatimu.. jika tak ingin tinggal.. mengapa harus merusak.. semoga semesta membalas perlakuanmu.. wahai kau sang penakluk si tinggi hati.

FATAMORGANA

Aku wanita berusia 25th. yang mungkin belum pernah merasakan indahnya saling mencintai. Mungkin sudah hampir habis asa ku. waktu demi waktu berjalan.. dalam satu tahun, terdapat beratus-ratus hari.. beratus-ratus kesempatan.. tapi hingga detik inipun hingga bertahun-tahun, aku selalu menelan pil pahit. dalam perjalanan hidupku, hanya ada 4 orang yang membuatku patah. berulang kali aku di buat mereka patah.. dengan kisah yang sama... tiga kali ku rasakan jatuh.. ke empat kalinya aku hanya ingin merasa dicintai dari pada mencintai. lalu Tuhan mengirimkan engkau sang penakluk hati si tinggi hati. ketulusan selalu dibayar dengan kepahitan. lalu dimana lagi aku harus mengadu Tuhan.. mengapakah aku selalu merasakan ini.. kebahagiaan yang fatamorgana... seketika mereka datang selalu membawa setitik sinar di kegelapan,, yang kupikir itu akan menjadi penerang.. tapi pada akhirnya mereka membuatku buta. masihkah ada kebahagiaan sejati yang haqiqi menantiku Tuhan.. ? aku lelah yang selalu patah... mengapa ketulusan ini selalu dibalas dengan kebohongan..

Monday, July 25, 2016

HIJRAH

25 juli 2016


Hari ini menjadi saksi. catatan hidup. manusia diberikan akal untuk berfikir. mungkin selama ini Tuhan membiarkanku memahami sedikit demi sedikit makna hidup ini. mungkin terkesan terlambat. tetapi daripada tidak sama sekali. bahwa di dunai ini selalu ada dua sisi seperti mata uang. baik dan buruk hanya kita yang bisa tentukan. bahwa wanita baik-baik ditakdirkan dengan laki-laki yang baik pula. Sebaik-baik perhiasan adalah wanita solehah. Tuhan, ampuni hamba Mu yang lupa diri ini. yang melupakanMu sedang Engkau tidak pernah lupa memberi Nikmat Mu. Engkau beri penghidupan kepada yang taat maupun yang melupakanMu. lalu masihkah kita lupa kepada siapa sang Pencipta? ampuni hambamu ini yang tidak Taat kepada perintahMu. hari ini aku melihat neraka. lalu aku berjanji tidak akan lagi ku jumpai.

Monday, May 23, 2016

DIKSI TERBAIK

Entah berapa bait lagi yang aku tulis untukmu, yang mungkin tak pernah memikirkanku. sia-sia sudah semua waktuku. masih teringat samar-samar saat kita bersama. sudah satu tahun lamanya.. kau masih tetap menjadi diksi terbaik yang aku gunakan di setiap bait tulisanku. sesekali aku merindukan kisah tentang kita.. sesekali terbersit pikiran untuk menyapamu. lalu kupendam dalam-dalam saat aku melihatmu bahagia dengan perempuanmu. sebenarnya ingin sekali rasanya menyapamu dan berteman baik denganmu. seperti hubungan kita sebelumnya.. tapi aku belum bisa menunjukkan kebahagiaanku. aku lelah untuk selalu berpura-pura bahagia didepanmu. Entah ini konyol atau apa.. mungkin kisah kita begitu singkat. tetapi kini aku perlahan harus terbiasa tanpa kabar darimu.. terbiasa tanpa mendengar suaramu...kini aku pergi... itu akan mengurangi dosamu terhadap perempuanmu... ku lihat, kini kau semakin rajin mengunjungi perempuanmu.. doakan aku.. agar cepat mendapat penggantimu.. untukmu.. yang masih menjadi diksi terbaik dalam setiap bait tulisanku. H.S.H

Sunday, May 22, 2016

Selamat Tinggal


Kututup semua luka. perlahan mengering. aku tahu ini akhirnya. yang sebenarnya bisa aku lakukan dari dulu. tapi aku hanya tidak cukup keberanian. sekarang aku bisa pergi dari kehidupanmu dan kau pergi dari kehidupanku. jika kau selalu katakan dunia kita berbeda, ya... kita memang beda segalanya. keyakinan kita, cara berpikir kita.. visi misi kita... dan hati kita pun beda. aku seorang yang tulus, sedangkan kau tidak. aku seorang yang jujur sedang kau pembohong. mulai hari ini aku perlahan melepasmu. melepaskan dari bayang-bayangmu. aku lelah untuk selalu berpura2 bahagia. sedang aku tak bisa tunjukkan sebenarnya. meski sesekali aku masih melihatmu dari kejauhan. tapi aku yakin, waktu perlahan akan membuatmu terlihat samar-samar, lalu hilang. hanya ini yang bisa aku lakukan. agar kau tak menggangguku sesukamu. sedang aku tak pernah boleh mengganggumu. kau itu hanya sesuatu semu. sekarang kubuka lembaran baru dalam hidupku. aku ingin cerita baru dan kisah baru. Tuhan.. aturlah seindah mungkin sesuai ceritamu. jika yang kemarin sebagai pelajaran untukku, cukuplah yang terakhir... ku mohon..

Friday, December 25, 2015

Akhir Sebuah Kisah

Tuhan, ini surat yang ke sekian kalinya aku tulis.. waktu demi waktu berputar. meninggalkan cerita. tetapi luka mesih menganga. Entah bagaimana, aku tak bisa menghapusnya dari hati dan pikiranku. mungkin aku terlalu naif..ini hanya permainan seorang player. bagaimana mungkin kau terlihat menyedihkan sedang ia berbahagia dengan yang lain. bahkan akupun tak tau apa ini yang disebut cinta. sedang aku bersatupun aku tak mau.. yang kutau, aku bahagia jika di dekatnya.. rindu tanpa kabar darinya. Tuhan, lepaskanlah semua rasa ini. aku mohon cukup kisah seperti ini terulang ketiga kalinya. aku sudah mengerti dan paham. aku hanya memohon.. pertemukanlah dg dia yang menjadikanku permaisuri di kerajaannya. yang menjadikanku sebagai yang utama. bolehkah aku merintih kepada Mu ya Allah... aku lelah dengan perulangan ini. ketulusanku tidak pernah dihargai oleh mereka. sungguh membuatku sesak..

Sunday, November 29, 2015

Suamiku, Maaf aku mencintainya...



Hari itu seharusnya menjadi hari paling berbahagia baginya. Penantian selama delapan tahun. Suatu acara sakral yang dulu ia idam-idamkan berubah menjadi pertanyaan besar dalam dirinya. Benarkah ia akan melangsungkan acara itu, seketika perasaan bimbang menyelimuti dikala ia dalam riasan pengantin. Sejak 1th terakhir ia menjalin hubungan dg seorang laki-laki. Cintanya pada kekasih yg ia pacari selama 8th semakin lama semakin memudar. Entah siapa yang salah. Dari pengakuannya, kekasihnya tidak memperlakukan semanis selingkuhannya. Pernikahanpun digelar.. semua berlangsung dg lancar. Ada kebahagiaan, pesta, dan tawa dalam sandiwara.. siapa yang menyangka hingga malam pertamanya pun ia masih teringat dg selingkuhannya. Pernikahan yg suci dan sakral. Begitu banyak orang membayangkan pernikahan terindah bersama orang yang ia cintai, yang selalu ada dalam suka maupun duka, terlupakan karena rasa takut usianya akan lapuk dimakan masa. Bagaimana bisa kita mengahabiskan waktu dg seseorang atas dasar kewajiban ? lalu definisi pernikahan macam apa menurutnya? Mungkin memang benar tidak semua orang bisa hidup bersama dg cinta sejatinya. Tapi akan lebih bahagia jika kita bisa menjadikan pasangan kita sebagai cinta sejati.. jika memang ia tak bisa memutuskan menikah dg orang yang ia anggap cintai saat itu, bukankah akan lebih baik mencari cara bagaimana mengembalikan rasa seperti dulu kala saat ia masih mengidamkannya bersama suaminya ? bukan sibuk memikirkan bagaimana kelanjutan hubungan dengan selingkuhannya..? jika memang tidak berani mengambil keputusan dg siapa kita akan menghabiskan sisa umur kita, membangun keluarga kecil bersamanya.. bukankah akan lebih berbahagia jika ia menerima takdir. Menjalani dengan tulus... bukan mencari pembelaaan agar tetap bersikap sekedar menjalankan kewajiban. Sebelum terlalu jauh, kembalilah ... carilah jalan, untuk menemui suamimu.. sebelum kau terlalu jauh tersesat dan sebelum kau katakan, maaf suamiku aku mencintainya..


Friday, November 13, 2015

Untuk aku yang masih menunggu Hadiah terindah dari-Mu.. 
aku disini masih menjaga semuanya. Engkau bahkan Maha Melihat apa yang aku lakukan,, jika ini suatu proses membuatku menjadi pribadi yang lebih kuat, maka kuatkanlah aku ya Allah.. jika aku masih harus terus belajar dari orang-orang yang menyakitiku, lalu berapa pelajaran lagi yang harus aku lewati ya Allah.. Aku tidak bisa lagi mengoreksi apa yang salah dalam diriku.. yang ku tahu, aku menyayangi mereka dengan tulus.. selalu mempunyai rasa yang sederhana... tetapi ketulusan ini selalu tidak dihargai.. yakinkan aku, bahwa Engkau akan memberi yang terbaik... yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. yang membuat mereka menyesal karena telah meninggalkanku..Kalau boleh mengeluh, sudah tumpah semua peluh di ragaku ya Allah,, ini hanya sebagian kecil ujian yang Engkau berikan,. bukankah dari dulu aku adalah pribadi yang tangguh ?.. tak perlu kuceritakan pada dunia siapa aku sebenarnya. yang selalu ku tunjukkan pada mereka bahwa aku selalu baik-baik saja..maka yakinkan aku bahwa aku bisa melewati ini juga ya Allah..hanya Engkau yang mampu menguatkanku...Hanya Engkau...Peluklah aku ketika aku merasa sepi dan rapuh ya Allah... agar aku tidak merasa sendiri..

Monday, October 19, 2015

Surat untuk Tuhan

Tuhan, Aku tau Engkau ada di dekatku,, melihat hamba-Mu ini tak berdaya.Hatinya hancur.. karena ia tidak bisa mengendalikan perasaannya.. tolong dekap aku.. kuatkan aku,,, lapangkanlah hatiku... agar aku bisa berdamai dengan kenyataan.. lepaskanlah seluruh beban di pundakku Tuhan..ini terasa berat. aku seperti dejavu... kembali ke kisah masa lalu. apa ini salahku,.. sedang aku selalu tulus menyayangi mereka.. tapi apa balasannya.. Tuhan, jika menyayanginya adalah sebuah dosa dan kesalahan, maka aku mohon.. kirimkan dia yang tulus menyayangiku.. yang terbaik bagiku..aku lelah,,sungguh lelah dengan perulangan ini....Tuhan,,, ku mohon dengan mengiba..